SAYA PERNAH MUDIK
Kegiatan tahunan yang mungkin
hanya ada di Indonesia, yang menjadi tradisi nusantara, adalah pulang ke
kampung halaman saat menjelang lebaran Idul Fitri. Tradisi yang kemudian
disebut mudik ini menjadi sorotan media nasional dan daerah karena merupakan peristiwa
besar dan layak untuk diberitakan. Dari segala sisi diliput media sampai arus
baliknya, lengkap dengan serba-serbi mudik dan arus balik tersebut. Pemerintah juga
tidak kalah persiapannya memberikan fasilitas mudik kepada warganya. Dari persiapan
jalan raya, moda transportasi sampai bagaimana agar menjamin kelancaran,
keamanan, dan ketertiban arus mudik. Benar-benar peristiwa yang melibatkan
banyak orang dan menyedot perhatian.
Melihat hiruk pikuk mudik, yang
hanya bisa saya ikuti perkembangannya lewat media, membuat saya berpikir
bagaimana rasanya mudik. Namun sampai pada mendapat kesempatan belajar di luar
daerah, saya berkesempatan merasakan mudik. Sebanyak dua kali lebaran, saya
ikut merasakan bagaimana hebohnya suasana mudik. Dari merencanakan tanggal
keberangkatan, berburu tiket murah, memilih moda transportasi, sampai riuh
rendahnya saat di perjalanan. Betul-betul mobilitas orang yang butuh prhatian
serius dari banyak pihak. Saya berpikir kemudian, wajar jika ini mejadi
persipaan secara nasional dan menjadi pemberitaan nasional juga.
Dua kali merasakan harus mudik
saat menjelang lebaran tentunya cukup memberikan pelajaran bahwa persiapan yang
demikian hebohnya hanya untuk satu kata, yaitu pulang. Tentunya ini sangat
lekat dengan mereka yang dalam waktu yang lama tidak di kampung halaman. Dari yang
hanya sekedar beberapa tahun sampai mereka yang benar-benar tinggal menetap di
daerah lain. Pasti akan sangat merindukan saat-saat untuk pulang, melali mudik
inilah keinginan itu bisa dipenuhi. Sesuatu yang akan terus berlangsung saya
kira, tidak peduli bagaimanapun canggihnya alat komunikasi. Karena berkumpul
dengan keluarga tidak bisa tersalurkan lewat canggihnya media. Dan saya menjadi
mengerti bagaimana semuanya itu, karena setidaknya saya pernah merasakan mudik
walaupun hanya dua kali. Sesuatu yang mungkin saja tidak sedikit orang yang
tidak pernah merasakannya.
#Day22
#RWC2019
#OneDayOnePost


Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini