BERBALAS KRITIK ALA ELITE POLITIK
BERBALAS KRITIK ALA ELITE POLITIK
Gemar berbalas kritik sudah lekat
dengan para elit politik di Indonesia dan kemudian tersebar luas di media masa
dan media sosial. Hal ini kemudian sering menjadi trending topic yang ramai dibicarakan dan diulas di media cetak
maupun elektronik. Seperti halnya dengan apa yang menjadi trending topic pekan ini, yaitu berbalas kritik antara Mantan
Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Presiden joko Widodo (Jokowi).
Hal ini bermula saat SBY
menyampaikan kritik terhadap pemerintah di sela-sela pertemuannya dengan kader
dan masyarakat di Pati, 16 maret 2016 dalam agenda Tour de Java Partai Demokrat. SBY mengkritik pemerintah yang sedang
giat membangun infrastruktur di tengah ekonomi sulit seperti saat sekarang ini.
Kritik juga sudah sering dilontarkan oleh Pak SBY terkait program pemerintahan
Jokowi dan sikap para menteri yang gaduh di ruang public dengan perang pendapat
di media. Dia kerap membandingkan keadaan sekarang ini dengan saat dia masih
menjabat sebagai Presiden. Namun hal ini ditanggapi dengan santai oleh Presiden
Joko Widodo tanpa menunjukkan sikap reaktif.
Namun beberapa hari ini ramai
dibicarakan di media bahwa Jokowi menjawab kritik SBY dengan blusukan ke Mega
Proyek Hambalang yang mangkrak. Seperti diketahui bahwa beberapa hari setelah
kritik SBY terhadap pemerintah dilontarkan, Jokowi melakukan kunjungan ke
Hambalang, Bogor, Jum’at, 18 Maret 2016 untuk meninjau proyek Pusat Olahraga
yang mangkrak karena sedang bermasalah lantaran dana dikorupsi oleh beberapa elit.
Dalam kunjungan tersebut juga ikut serta menteri terkait dan Staf Kepresidenan.
Pada kesempatan itu Presiden Jokop Widodo menyampaikan keprihatinannya terkait
dengan proyek yang menghabiskan uang triliyunan rupiah dari APBN.
Lantas kenapa blusukan sang
Presiden ini dikatakan sebagai jawaban atas kritik SBY terhadap pemerintah?
Tentu ini terkait dengan Megaproyek Hambalang yang sejatinya dilakukan pada
saat pemerintahan SBY namun belakangan mangkrak sampai sekarang karena anggarannya
dikorupsi secara berjamaah dan kasusunya sedang ditangani oleh KPK dan pihak
yang berwenang. Dengan mengemukanya kembali Kasus Hambalang maka secara
langsung ini menunjukkan kinerja Sang Mantan Presiden (SBY) pada saat menjabat
dulu dan tak urung menjadi pukulan telak baginya.
Kritik dijawab dengan kerja.
Demikianlah ungkapan yang lekat dengan Presiden Jokowi di kala didera dengan
banyak kritik baik dari legislatif maupun elite politik. Dengan ditunjukkannya
kekurangan orang yang memberikan kritik semoga bukan berarti Presiden Jokowi
anti kritik. Pun demikian dengan yang sering melontarkan kritik, tidak hanya
dengan kata-kata saja tetapi dengan solusi yang dapat diterapkan dengan kondisi
kekinian. Penting untuk melihat kinerja sendiri agar tidak menjadi alat untuk
dierang balik oleh orang yang dikritik.


