LITERASI DI TENGAH DIGITAL CITIZEN
LITERASI DI TENGAH DIGITAL CITIZEN
Ledakan jumlah digital citizen sudah tidak bisa
dibendung lagi menyusul perkembangan perangkat teknologi informasi (IT)
berbasis digital yang kian pesat. Perkembangan perangkat IT ini juga didukung
dengan semakin berkembangnya provider
paket data dengan layanan yang semakin terjangkau untuk bisa mengakses layanan
internet. Tak dipungkiri dengan adanya layanan ini sudah membuka ruang
komunikasi yang luas sampai ke pelosok-pelosok. Ini ditunjukkan dengan julah
pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 82 juta orang dan Indonesia menempati
peringkat ke-8 pengguna internet terbanyak di dunia (Sumber: https://kominfo.go.id)
Semakin mudahnya akses terhadap
dunia digital berupa internet atau sering disebut dengan dunia maya sudah
menciptakan suatu masyarakat yang berinteraksi di dunia digital. Sehingga
masyarakat ini disebut dengan digital citizen, yaitu orang-orang yang melakukan
kegiatan di dunia digital (internet) dalam bentuk blog, sosial media, email
melalui perangkat Komputer Personal (PC), Laptop, Tablet dan HP. Menurut Mossberger dkk, (Isin & Ruppert, 2015) digital citizen didefinisikan sebagai
orang yang menggunakan internet secara rutin (regularly) dan efektif (effectively)
dalam kesehariannya. Sederhananya adalah orang yang berpartisipasi dalam
kegiatan yang berhubngan dengan dunia digital bisa disebut digital citizen. Dalam bahasa sehari-hari digital citizen lebih
popular disebut dengan netizen.
Untuk dapat berpartisipasi di
dunia digital (internet: media sosial, blogging, e-mailing, dll) selain
menggunakan perangkat yang bisa terhubung dengan dunia tersebut tentunya orang
juga harus punya kemampuan untuk masuk dan beraktifitas di dalamnya. Kemampuan
inilah kemudian yang disebut dengan literasi digital (digial literacy), yaitu pemahaman
tentang bagaimana menggunakan beberapa perangkat digital baik hardware maupun software (search engine dll). Kemampuan ini mutlak diperlukan agar
seseorang bisa memanfaatkan apa yang tersedia di dunia digital dan juga agar
tidak disebut sebagai orang yang GAPTEK (gagap teknologi) yang mengacu kepada orang
yang tidak bisa menggunakan perangkat digital.
Melihat data yang dikeluarkan
oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menyebutkan pengguna internet
di Indonesia sudah mencapai 82 juta orang maka bisa dikatakan sudah banyak
masyarakat yang melek internet. Namun, apakah digital citizen dengan jumlah
tersebut sudah bisa mendapat manfaat besar dari dunia digital dalam hal
interaksinya dengan netizen yang lain? Ataukah literasi digital masih sebatas
digunakan untuk bersosialisasi di jejaring sosial saja, untuk bersenang-senang
atau sarana hiburan saja?
Tentunya literasi digital masih
bisa dikembangkan ke arah yang jauh lebih bermanfaat dari sekedar untuk
bersenang-senang saja. Sangat memungkinkan literasi digital diarahkan untuk
literasi dalam arti sesungguhnya yaitu keberkasaraan, mambaca dan menulis.
Membaca pengetahuan apa saja yang bermanfaat dari dunia digital kemudian
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga haknya dengan menulis,
dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang menghasilakn sebuah karya yang
bermanfaat dari sekedar menulis status galau, narasi dan deskripsi tentang
sesuatu yang sedang terjadi (update).
Melihat perkembangan saat ini
dunia digital menjadi tempat mencurahkan segala apa yang terjadi di dunia nyata
oleh para netizen. Sangat mengejutkan kadang melihat tulisan dari para netizen
di media sosial begitu panjang dan berisi, yang mana dalam keseharinnya hal
tersebut tidak terlihat. Inilah yang penulis maksud kemudian dengan literasi
bisa diarahkan dan dikembangkan melalui dunia digital. Dan penulis percaya kita
sudah mulai mengarah ke arah itu.
Perkembangan Literasi di tengah Digital Citizen menunjukkan kemajuan
yang pesat, hal ini didukung oleh tersedianya bahan bacaan yang banyak sekali
di internet. Media cetak sudah mulai mengembangkan diri ke arah media digital,
tak terkecuali media-media cetak besar skala nasional. Munculnya para jurnalis
untuk media digital dan para blogger merupakan bukti akan majunya literasi
digital pada masa sekarang ini. Tersedianya berbagai media sosial juga akan
bisa mendukung perkembangan literasi ke depannya.
Harapannya dengan
pesatnya perkembangan literasi di dunia digital harus tetap diabadikan dalam
karya nyata dalam bentuk karya CETAK yang tentunya bisa menjangkau lebih luas
lagi masyarakat yang sesungguhnya perlu ditingkatkan literasinya untuk
menghadapai kemajuan zaman dan perkembangan dunia saat ini.


