Surat untuk Ayah dan Bunda di Syurga
Surat untuk Ayah dan Bunda di Syurga
Penulis: Nasifatul Fajriati
Malam ini langit begitu sepi. Tak ada bulan dan
bintang yang menghiasi. Sama seperti suasana hatiku yang hampa. Aku teringat
pesan Bunda: "Nak, ketika kamu merasa kesepian dan bersedih dirikanlah
Shalat dan Bacalah Al-Qur'an karena saat kamu melakukannya hatimu akan
tenang". Pesan Bunda yang satu ini tak akan pernah aku lupakan. Walaupun
Bunda telah dipanggil Tuhan, aku yakin Bunda pasti bahagia di sisi-Nya.
Ketika aku berusia 6 tahun, Ayah dan Bunda
mengalami kecelakaan saat pulang dari rumah sakit. Waktu itu, bunda memeriksa
kandungan yang masih berusia 6 bulan. Ayah dan Bunda bergegas pulang karena
ingin memberikan kabar gembira untuk ku. Saat itu aku mendengar Bunda sangat
bahagia ketika berbicara di telpon dan menceritakan tentang perkembangan
kesehatan Bunda dan calon adikku. "Sayang, Alhamdulillah bunda dan Adikmu
sehat. Perkembangannya semakin pesat. Kini bunda bisa merasakan gerakan-gerakan
kecil dari Adikmu" kata Bunda yang terdengar sangat bahagia. Aku pun
sangar bersyukur atas kabar gembira itu.
Saat itu, Ayah membawa mobil dengan kecepatan
tinggi. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan sebuah mobil dengan kecepatan
tinggi hilang kendali dan tabrakan tak bisa dihindari. Ayah yang berusaha
menghindari mobil itu banting stir hingga menabrak pembatas jalan. Ayah meninggal
di rumah sakit karena luka yang parah di kepala. Bunda di ruang ICU dan
mendapat perawatan yang intensif dari dokter. Ketika dokter keluar dari ruang
ICU ia mengatakan "Maaf nak, bapak dan ibu mengalami pendarahan yang hebat
sehingga saat ini keadaannya sangat kritis" kata dokter tersebut kepada
kakek dan nenek. Aku yang saat itu masih sangat kecil,tidak tahu apa yang
dimaksud dokter hanya bisa menangis. "Ayah telah dipanggil Allah lalu
apakah Bunda akan dipanggil juga?" tanyaku dalam hati. Setelah beberapa
jam, Bunda dinyatakan meninggal. Aku yang saat itu mendengar perkataan dokter
langsung berlari menuju jasad Bunda.
Semenjak Ayah dan Bunda meninggal, Aku tinggal
di rumah kakek dan nenek. Sekarang usiaku sudah 17 tahun, yang mana mana 11
tahun yang lalu aku sudah tidak mempunyai Ayah dan Bunda lagi. Tapi,Kasih
sayang Ayah dan Bunda masih ku rasakan lewat kakek dan nenek.
Tapi entahlah, malam ini aku sangat merindukan
Ayah dan Bunda. Malam ini aku akan menulis surat untuk Ayah dan Bunda di syurga.
"Ayah, Bunda, Dina sangat merindukan
kalian. Dina ingin bertemu kalian meski sebatas di dalam mimpi. Ayah, Bunda,
Dina tahu disana kalian pasti sangat bahagia karena berada di sisi Tuhan. Ayah,Bunda,
sampaikan terimakasih Dina kepada Tuhan karena telah mengirimkan Ayah dan Bunda
terbaik untuk Dina. Di sini Dina bahagia bersama kakek dan nenek. Dina
menyayangi kalian."


