LITERASI DALAM KURIKULUM 2013
Perubahan dalam kurikulum pendidikan sudah sepatutnya dilakukan sesuai dengan kebutuhan zaman dan tujuan pendidikan nasional. Di Indonesia tecatat beberapa kali terjadi perubahan kurikulum dalam rangka mencari bentuk yang sesuai untuk kebutuhan zaman yang akan dihadapi oleh peserta didik, generasi mendatang bangsa ini. Perubahan yang dilakukan baik secara menyeluruh maupun revisi beberapa bagian yang perlu disesuaikan. Terakhir, kurikulum 2013 yang biasa disebut K13 sudah mengalami revisi baik dalam penilaian maupun isi.
Ada dua hal
pokok yang menjadi pertimbangan dalam perubahan kurikulum sebelumnya menjadi
K13. Pertama, penguatan karakter peserta didik, sehingga diharapkan perserta
didik mendapat pembinaan di lembaga pendidikan untuk menuatkan karakter baik
yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, peningkatan kemampuan
atau kompetensi peserta didik dengan memperhatikan kemampuan berpikir (cognitive)
maupun keahlian (skill). Kompetensi ini mencakup kemampuan yang
disesuaikan dengan kebutuhan abad 21 yang menuntut persaingan global. Di
antaranya, literasi, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan keterampilan
abad 21 (21st century skills) yaitu; communication, collaborative,
critical thinking and problem solving dan creativity and innovation.
Untuk
meningkatkan kemampuan literasi yangmenurut beberapa test Indoensia masih
menduduki peringkat yang masih rendah, pemerintah mengeluarkan kebujakan
Geraskan Literasi Sekolah, yang mana program ini mencakup pembiasaan membaca
dan memadukan pembelajaran dengan strategi literasi. Pembiasaan membaca
dilakukan 15 menit di luar jam pelajaran dengan membaca buku-buku selain buku
pelajaran. Selain itu, startegi lietrasi juga menjadi strategi yang dianjurkan
untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu,
dalam menyusun perencanaan guru memasukkan salah satu strategi literasi yang
ada untuk digunakan sebagai rancanvan kegiatan pembelajaran. Dalam proses
intergasi ini tentu tidak merubah struktur RPP yang sudah ditentukan tapi
justru memerkaya strategi pembelajaran yang bertujuan untuk mebuat peserta
didik sebagai pusat kegiatan bukan guru saja yang aktif memberikan materi.
Semua mata pelajaran bisa dibuat perencanaannya menggunakan startegi literasi,
tidak hanya mata pelajaran tertentu, misalnya bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris saja.
Contoh penerapan strategi literasi dalam pembelajaran bisa dilihat di bawah ini.
Contoh penerapan strategi literasi dalam pembelajaran bisa dilihat di bawah ini.


