HP DILARANG DI SEKOLAH, PERLUKAH?
Fenomena siswa membawa HP ke sekolah banyak
ditemukan di wilayah NTB mulai dari siswa SMP sampai SMA. Hal ini memicu
pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2017yang lalu memberlakukan peraturan
melarang siswa membawa HP ke sekolah. Tanpa ada peraturan inipun sebenarnya
sekolah sudah banyak yang melarang siswanya membawa HP ke sekolah. Namun ada
juga sekolah yang tidak menerapkan peraturan ini karena kebutuhan siswa akan
akses internet untuk pembelajaran.
Tentunya ada alasan kenapa pemerintah provinsi
melarang siswa membawa HP ke sekolah. Salah satu alasan utama adalah isi
pemberitaan di media sosial yang tidak terkontrol. Sehingga dikhawatirkan akan
berdampak buruk bagi siswa. alasan yang cukup berterima di kalangan pendidik,
namun belum tentu di rumah. Mengingat penggunaan internet jug ajarang
pengawasan dari orang tua. Alasan sekolah yang membolehkan siswa membawa HP
adalah karena alasan kebutuhan pembelajaran. Sekolah menyiapkan layanan
internet gratis di sekolah sehingga siswa bisa mengakses internet dengan mudah.
Dua alasan di atas antara yang melarang dan
membolehkan tidak bisa disalahkan. Tentu dengan pertibangan masing-masing
seperti yang telah dikemukakan. Dua penyikapan terhadap akses internet bagi
siswa yang tentunya perlu dipertimbangkan secara menyeluruh. Tidak melihat
dampak negative saja tapi juga memperhatikan kegunaan HP bagi siswa. Pembatasan
dan pendidikan terhadap penggunaan HP perlu menjadi perhatian semua pihak agar
tidak merugikan siswa dari segi kegunaan dan kebutuhan tapi juga tidak
merugikan siswa dari segi dampak buruk akses internet.
Melihat perkembangan zaman saat ini, tentunya anak
sekolah umur SMP dan SMA tentu sudah akrab dengan penggunaan HP. Karena
sebagian besar di rumah sudah akrab dengan HP yang dicontohkan di lingkungan
keluarga. Sehingga pelarangan bukan menjadi solusi utama bagi pencegahan dampak
buruk akses internet. Lembaga pendidikan seharusnya bisa mengarahkan penggunaan
gawai dalam hal ini HP yang tersambung dengan internet untuk kebutuhan
pembelajaran. Dengan begitu siswa tidak perlu dibatasi, tapi diarahkan agar
tidak sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna bagi kebutuhan pelajar. Sehingga
manfaat besar penggunaan HP oleh siswa bisa didapatkan. Sebagai contoh, dalam
pengerjaan bahasa inggris, siswa butuh kamus yang digital agar tidak berat
dibawa ke sekolah. Atau bisa google translate untuk menerjemahkan
kalimat-kalimat yang belu mdimengerti. Pada pelajran lain juga bisa dibuatkan
system online menggunakan platform yang sudah banyak digunakan di dunia
pendidikan. Dengan demikian maka pelarangan penggunaan HP bisa diganti dengan
pengarahan siswa agar sibuk mencari bahan-bahan pembelajaran di dunia maya.
Tentu dengan rekomendasi dari guru, laman mana yang tepat untuk mencari bahan
pelajaran terkait. Jadi tidak perlu ada pelarangan HP di sekolah yang justru
menjauhkan siswa dari dunianya sendiri sebagai digital native, yaitu
dunia maya dan segenap kegunaannya.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini