LITERASI DAN DAYA SAING BANGSA
Saat ini literasi menjadi isu
penting dalam dunia pendidikan maupun masyarakat umum menyusul diluncurkannya
program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
pada tahun 2015 lalu. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan
kemampuan membaca yang masih rendah berdasarkan hasil dari PISA 2015. Hasil
tersebut menunjukkan literasi anak Indonesia masih jauh dibandingkan dengan
negara-negara perserta yang megikuti tes PISA (OECD, 2016). Untuk memperluas
gerakan literasi ini kemudian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan
program Gerakan Literasi Nasional yang disambut dengan baik oleh para pegiat
literasi di seluruh Indonesia. Hasilnya, gerakan literasi ini begitu massif
menyebar ke seluruh pelosok nusantara dengan pelibatan lembaga pendidikan
formal maupun lembaga non formal melalui taman baca masyarakat.
Seiring dengan perkembangan
zaman, saat ini kemampuan literasi dimaknai tidak hanya terbatas pada kemampuan
baca dan tulis namun sudah diperluas menjadi praktik sosial, yaitu apa yang
orang lakukan dengan literasi dalam kehidupan sehari-hari (Pahl & Rowsell,
2005). Dalam hal ini literasi secara luas diartikan dengan aktifitas sehar-hari
masyarakat yang melibatkan baca dan tulis. Sehingga literasi ini menjadi
semakin penting mengingat kita sudah memasuki era global yang mana informasi
sudah tidak lagi terhalang oleh batas antar negara. Hal ini mensyaratkan daya
saing bangsa harus terus ditingkatkan agar tidak tertinggal oleh negara lain di
tengah persaingan yang sangat ketat.
Salah satu cara agar bangsa
kita dapat bersaing di tengah era global ini adalah dengan meningkatkan
kemampuan literasi bangsa. Tentunya tidak hanya literasi baca dan tulis tetapi
juga literasi digital dan literasi informasi yang termasuk dalam kemampuan yang
dibutuhkan dalam abad 21 ini. Kemampuan dalam hal penggunaan media (literasi
digital) dan pemanfaatan informasi (literasi informasi) harus terus
ditingkatkan mulai dari lembaga pendidikan baik formal maupun non formal.
Sehingga dengan meningkatnya kemampuan literasi maka manusia Indonesia bisa
menyesuaikan diri dan mengambil manfaat dalam pergaulan dengan bangsa lain
dalam era yang mana arus informasi serba cepat dan dalam moda digital ini. Semakin
tinggi tingkat literasi bangsa Indonesia maka semakin percaya diri dalam
pergaulan di dunia internasional. Sehingga secara tidak langsung daya saing
bangsa kita semakin meningkat dan bahkan melampaui bangsa-bangsa di dunia.



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini