PERPUSTAKAAN ZAMAN NOW
Tanggal 14 September merupakan hari kunjungan
perpustakaan. Saya baru tau kali ini bahwa ada hari kunjungan perpustakaan.
Saya dapat informasi ini dari unggahan satu lembaga yang saya ikuti di media
sosial. sontak saya unduh dan kemudian mengunggah foto tersebut di media sosial
yang lain. Berharap orang lain juga bisa mengetahui tentang hari kunjungan
perpustakaan ini. Sedih rasanya ternyata begitu tidak akrabnya saya dengan
hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan. Ini lantaran saya jarang ke
perpustakaan, walaupun sejak tiga tahun terakhir berusaha meningkatkan kegiatan
membaca mandiri.
Hari Kunjung Perpustakaan pada tiap tanggal 14
September ini ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yaitu oleh Presiden Soeharto
pada tanggal 14 September 1995 di banjarmasin. Bulan September ini juga menjadi
penting karena ditetapkan juga sebagai Bulan Gemar Membaca. Penetapan ini tidak
lepas dari peran Kepala Perpustakaan Nasional (PEPUSNAS) RI saat itu Mastini
Hardjoprakoso (sumber: metrotvnews.com). Penetapan ini bertujuan untuk
meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia ke depannya. Jadi, jauh sebelum
Gerakan literasi Nasional diluncurkan, pemerintah sudah mengupayakan agar
literasi bangsa Indonesia meningkat terutama literasi baca.
Sejak ditetapkannya Hari Kunjung Perpustakaan ini
sampai sekarang bisa kita lihat bagaimana perkembangan Perpustakaan dan
kunjungannya. Khususunya di Lombok Timur, geliat perpustakaan untuk terus
berbenah sangat terlihat. Pertama saya berkunjung ke Perpustakaan Daerah Lombok
Timur ini dulu pada tahun 2004, tahun pertama saya masuk kuliah. Sekarang
sangat jauh berbeda kondisi fisik dan koleksi pada saat 2004 lalu. Bahkan
pernah menjadi juara nasional pada lomba perpustakaan. Sangat membanggakan
dengan prestasi tersebut yang tentunya dinilai dari fasilitas utama
perpustakaan dan pengeloalaannya.
Tiga tahun terakhir saya sering berkunjung ke
perpustakaan daerah ini dan menemukan banyak pengunjung yang hadir. Salah satu
daya tariknya adalah fasilitas Wi-Fi gratis yang disediakan. Tentu ini menjadi
“syurga” bagi Mahasiswa dan pelajar, bahkan bagi yang berprofesi lainnya.
Bahkan ada sebagian orang yang datang hanya untuk sekedar menikmati layan
internet gratis walaupun sekedar untuk bermain game online. Melihat ini
saya berpendapat bahawa suatu capaian yang baik ketika perpustakaan bisa
memberikan layanan untuk akses informasi. Tidak hanya buku dalam bentuk cetak
tetapi juga akses informasi digital bagi masyarakat yang tentunya sangat
berguna. Tidak bias dipungkiri memang, kunjungan ke perpustakaan ini didorong
oleh adanya layanan internet gratis dan tempat yang bagus seperti gazebo khusus
untuk akses internet.
Adanya fasilitas internet gratis di perpustakaan
merupakan pengembangan layanan yang sangat bagus mengingat kebutuhan masyarkat
akan informasi saat ini. Namun perlu terus didorong agar ini berdampak pada
peningkatan jumlah masyarakat yang membaca buku dan jumlah buku yang dibaca.
Tujuan pengembangan perpustakaan jangan hanya untuk meningkatkan kunjungan
saja, tetapi justru lupa dengan tujuan utama dari perpustakaan yaitu
menyediakan bacaan yang baik dan lengkap bagi masyarakat. Jangan sampai
perpustakaan hanya sebagai pengganti warung internet yang tentunya membutuhkan
biaya untuk mendapatkan layanannya. Karena bagaimanapun buku tetap menjadi
salah satu sumber pengetahuan utama bagi masyarakat yang belum tentu bisa
membeli buku yang dibutuhkan. Dalam hal inilah perpustakaan memainkan peran
pentingnya untuk layanan buku dan menumbuhkan minat baca masyarakat yang
dinilai masih rendah.
Selain itu,
perpustakaan sekarang sudah mulai dikembangkan tidak hanya sebagai tempat yang
identik dengan membaca tapi sudah dikembangkan menjadi tempat dengan banyak
kegiatan. Kegiata yang dilaksanakan tentunya tidak jauh dari hal-hal yang
berkaitan dengan literasi saat ini. Berbagai kegiatan yang dilakukan di
antaranya adalah pelatihan keterampilan berbagai keahlian, pelatihan pembuatan
blog, kurusus bahasa inggris untuk anak, pentas seni dan sastra oleh komunitas
seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur. Dengan
menyediakan banyak kegiatan yang berkaitan erat dengan literasi seperti
tersebut di atas tentunya akan semakin meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Apalagi
bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi milenial yang banyak
jumlahnya di Indonesia.



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini