HIDUP DENGAN BANYAK PERAN
Sejak awal saya ingin hidup bermanfaat bagi banyak
orang, dan ini lumrah saya rasa dan banyak dipikirkan oleh orang lain juga.
Sehingga wajar ketika memasuki dunia kampus saya langsung melibatkan diri di
banyak kegiatan organisasi mahasiswa. Ketika sudah selesai dari kampus tentunya
beberapa peran mulai dijalani dalam masyarakat karena dilihat ada keinginan dan
kemampuan tentunya. Keinginan yang kuat dari awal inilah pula yang menyebabkan
saya harus banyak belajar dari berbagai kegiatan kelompok semasa di kampus dulu
maupun di luar kampus. Walaupun memang keinginan menjadi modal utama namun juga
harus dibarengi dengan kemampuan agar benar-benar bisa bermanfaat bagi banyak
orang.
Menjalani banyak peran di masyarakat memang tidak
semua orang melakukannya. Tapi bisa dikatakan tiap orang paling sedikit
memiliki dua peran dalam hidupnya, pertama menjadi kepala atau anggota keluarga
dan pekerja. Dua peran ini bisa dikatakan menjadi peran yang wajib bagi orang
yang sudah dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan bagi sebagian orang memiliki
peran yang lebih dari dua dalam kehidupannya. Bagi saya ini menjadi konsekuensi
dari hidup sebagai makhluk sosial, apa lagi berada di lingkungan perkampungan
yang masih kental dengan ikatan sosialnya. Seperti saya, setidaknya ada enam
peran yang saya jalani dalam kehidupan saya beberapa waktu ini dan kedepannya.
Pertama, sebagai kepala keluarga sejak menikah
pada tanggal 22 September 2018 yang silam. Ini menjadi peran saya yang paling
baru dan merupakan sebuah keharusan bagi saya. Menjadi kepala keluarga tentunya
banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Juga tanggung jawab yang besar ada di
pundak untuk menjamin kehidupan anggota keluarga. Peran yang satu ini juga akan
banyak berkaitan dengan peran-peran lain saya selanjutnya dalam kehidupan.
Seperti tuntutan untuk menjalani peran saya yang kedua yaitu profesi guru.
Walaupun ini sudah lama saya jalani namun karena ini menjadi profesi tentunya
sangat berkaitan erat dengan peran sebagai kepala keluarga. Profesi guru ini
menjadi peran utama dalam kehidupan saya setelah kepala keluarga.
Peran yang ketiga adalah berkaitan dengan profesi
saya sebaai guru yaitu kepala madrasah. Sejak tahun 2012 lalu saya sudah
menjalani peran sebagai kepala madrasah di MTs NW Tanak Maik. Sebagai kepala
tentunya saya harus memimpin lembaga pendidikan ini dengan menjalankan
setidaknya 3 tugas yaitu, pengelolaan pembelajaran, pengelolaan keuangan dan
manajemen madrasah. Peran sebagai kepala Madrasah mengharuskan saya untuk bisa fokus
pada bagiamana agar madrasah bisa berjalan sesuai dengan visi dan misi yang
sudah ditetapkan.
Peran yang keempat yang saya jalani adalah sebagai
peneliti di lembaga survey. Peran ini semakin menguat dua bulan terakhir ini
dengan bergabungnya saya dengan lembaga survey lokal yang lebih memberikan
ruang untuk mengeluarkan ide dan gagasan. Yang kelima adalah sebagai anggota
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Masbagik Timur, desa tempat saya
tinggal selama ini. Peran BPD ini tentunya sangat vital di desa karena termasuk
dalam pemerintah desa yang bertugas salah satunya adalah untuk mengawasi
berjalannya program desa. Pada lingkup yang lebih kecil lagi, yaitu di kampug
tempat saya tinggal, sejak 2013 lalu saya dipilih sebagai ketua Pemuda. Dengan
demikian saya banyak berkutat dengan urusan kepemudaan yang jaringannya meluas
ke desa bahkan ke luar desa sendiri. Peran kelima ini sesuai dengan keinginan
saya sejak lama yaitu memajukan kehidupan pemuda di tempat saya. Peran yang
lain adalah saya aktif di beberapa organisasi pemuda seperti Karang Taruna dan
Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Selain itu juga aktif di beberapa komunitas
yang sesuai dengan keilmuan yang saya dalami yaitu berkaitan dengan literasi.
Hidup
dengan banyak peran seperti saya ini tentu membutuhkan pengelolaan waktu yang
baik agar semua peran bisa dijalani dengan baik sesuai dengan kadarnya. Peran
yang banyak ini mengharuskan saya untuk bisa proporsional membagi waktu agar
semuanya bisa berjalan pada jalurnya. Ada dua kategori dari semua peran ini
menurut saya, yang pertama adalah sebuah keharusan dan tuntutan, yang ini
menjadi prioritas utama. Peran ini tentunya yang berhubungan dengan kehidupan
pribadi dan pekerjaan. Yang kedua adalah kategori pengabdian dan hobi, tentunya
ini menjadi prioritas kedua, namun harus tetap berjalan setelah prioritas utama
terpenuhi. Dengan pembagian ini saya tentunya bisa mengatur waktu dan perhatian
agar semuanya bisa maksimal sesuai dengan kadarnya masing-masing. Sehingga
harapan untuk hidup dengan banyak peran bisa tercapai dan berjalan sesuai
harapan dan tentunya bisa memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat di
sekeliling. Peran lain yang belum bisa terwujud adalah peran sebagai seorang
penulis nonfiksi maupun kolumnis. Harapannya ini bisa terwujud pada waktu yang
akan datang. Semoga.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Keren kak, saya biasanya susah bagi waktunya kalo kayak gitu :(
BalasHapusBelajar mengatur waktu 😉
HapusUdah kok mas, jadi blogger 😊
BalasHapusBlogger pemula 😊😊
Hapus