HIDUP UNTUK MEMBERI
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang
lain”
(Hadist)
Sejak memasuki dunia kampus pada tahun 2004 dulu,
saya langsung tertarik dengan dunia aktifis mahasiswa. Saya kagum dengan mereka
yang berkumpul dan berorganisasi dan membicarakan hal-hal yang menyangkut
kemaslahatan orang lain. Di samping juga kemaslahatan sendiri sebagai kelompok
mahasiswa menjadi perhatian yang tidak luput dari pembicaraan dan tindakan
mereka. Akhirnya saya terjun ke dunia aktifis mahasiswa bersamam
teman-teman-teman yang lain. Di sinilah saya belajar mengenai permasalahan dan
penyelesaiannya baik yang bekembang di lingkungan kampus maupun di negera
secara umum, bahkan pemaslahan dunia tidak lepas dari diskusi-diskusi dan
kajian kami. Ini semakin membuat saya bersemangat terlibat dan aktif dalam
dunia katifis mahasiswa.
Kegiatan saya yang begitu banyak di kampus
berbanding terbalik dengan saat saya masih di bangku sekolah. Walaupun
tergolong sebagai anak yang mendapat prestasi secara akademik namun saya
menjadi pribadi yang tidak pandai bersosialisasi. Saya terpinggirkan dari
kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan diri, sehingga sangat bepengaruh
pada keberanian saya untuk mengemukakan pendapat di muka umum, terutama di
dalam kelas. Hal inilah juga yang mendorong saya untuk aktif di dunia aktifis
mahasiswa. Saya bertekad harus bisa public speaking yang menjadi
kelemahan saya di dalam kelas sejak di bangku sekolah. Banyka kegiatan yang
kami lakukan baik itu diskusi, kemah bersama, sampai demonstrasi untuk
menyuarakan aspirasi. Aktifitas ini terus berlangsung di tengah kesibukan saya
kuliah sampai akan menyelesaikan kuliah dan wisuda.
Selain untuk bisa public speaking, dorongan
kuat juga untuk terjun ke duni aaktifis mahasiswa adalah untuk pembekalan diri
agar bisa bermanfaat di lingkungan sendiri saat sudah selesai di kampus. Dan
memang tepat apa yang saya harapkan, dengan banyaknya aktifitas yang saya
lakukan saat kuliah maka implikasinya adalah saat saya berada di tengah-tengah
masyarakat. Tekad untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain saya
wujudkan ketika sudah berada di komunitas asal saya. Berbagai pengalaman yang
saya dapatkan saat kuliah saya terapkan di rumah, tanpa memikirkan apa yang
akan saya dapatkan. Pada prosesnya maka saya pun terpilih menjadi ketua pemuda
di kampung kemudia berlnajut menjadi ketua Karang Taruna di desa. Kesemuanya
ini saya niatkan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.
Hal pertama yang saya bangun adalah kerangka
berpikir teman-teman pemuda agar bisa menjadi generasi yang betul-betul siap
menggantikan generasi tua. Dengan banyak berdiskusi dan berlatih public
speaking saya mencoba untuk mendorong agar teman-teman pemuda bisa tampil
di muka umum dan mengemukakan pendapatnya dengan baik. karena saat itu, hal
inilah yang sangat kurang di lingkungan saya. Alhamdulilah dengan mendorong
secara aktif maka semakin banyak pemuda yang bisa tampil di muka umum dengan
baik sehingga kekurangan yang selama ini dilamai bisa tertutupi. Hal ini kemdia
meadapat sambutan yang baik di kalangan tua, sehingga ini bisa menjadi dorongan
semangat bagi kami pemuda untuk terus belajar menajdi lebih baik.
Keinginan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain
banyak mendorong saya dan teman-teman mengadakan kegiatan-kegiatan yang
bersifat sosial dan seremonial. Mulai dari Perayaan Hari Besar Islam,
Peringatan Hari Besar Nasional sampai kegiatan sosial diselenggarakan oleh
komunitas pemuda. Hal ini tentu mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat
danmenjadi dorongan semangat. Hal yang menjadi tugas rumah saya dan teman-teman
yang lain saat ini adalah bagaimana membangun perekonomian komunitas pemuda
agar berdaya. Semoga ke depan hal ini bisa tercapai agar pemberdayaan ekonomi
bisa tercapai di kalangan pemuda.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini