KEKUATAN SEBUAH TULISAN: PLEDOI BUNG KARNO
![]() |
| sumber: mugiwara |
Tidak berlebihan kiranya kala mengatakan
tulisan mempunyai kekuatan yang dahsyat dan menimbulkan dampak yang luar biasa.
Dampak dimaksud utamanya kepada pembaca kemudian menjalar kemasyarakat luas.
Dari sebuah tulisan mampu diciptakan perubahan pada lingkungan sekitar bahkan sebuah
negara pun akan mampu dirubah dimulai dengan tulisan. Dalam berbagai perubahan
di banyak negara tidak terlepas dari dampak tulisan.
Melihat bagaimana kekuatan pada tulisan
memberikan dampak terhadap perubahan bisa kita telaah dua contoh dari tulisan tokoh
yang berbeda latar belakang dan jaman yaitu Soekarno dan Wiji Thukul. Soekarno
adalah seorang orator ulung yang pernah dimiliki oleh Bangsa Indonesia yang
tentunya sudah terkenal seantero Indonesia Raya. Walaupun Bung Karno, dikenal dengan
pidato-pidatonya yang menggemparkan, namun tidak sedikit pidato tersebut ditulis
dalam bentuk konsep pidato yang kemudian dibacakan. Yang kedua adalah seorang penyair
yang akhir-akhir ini terkenal kembali lantaran kisahnya dibuat dalam bentuk
film yang berjudul “Istirahatlah kata-kata”. Keduanya mempunyai latar belakang keahlian
dan karya yang berbeda namun mempunyai satu kesamaan dalam mempengaruhi orang
lain melalui kekuatan tulisan.
Tulisan Bung Karno yang sangat menggemparkan
itua dalah pledoi (pembelaan) yang dibacakan pada persidangan di
Landraad, Bandug padatahun 1930. Pledoi yang sangat terkenal tersebut diberi
judul “Indonesia Menggugat”. Dalam tulisan ini Bung Karno menyampaikan sidang
yang bertujuan untuk membungkam gerakan rakyat yang mulai tumbuh untuk menentang
kolonialisme Belanda pada saat itu. Kemudian dalam tulisan ini juga disampaikan
tentang Kapitalsme dan Imperialisame yang menjadi penyebab dijajahnya Indonesia
pada jaman itu.
Dalam tulisan yang
dibacakan pada pidato pembelaan itu, Bung Karno melancarkan kritik pedas terhadap
pemerintahan Kolonial Belanda kala itu. Kritik pedas Soekarno ditujukan terhadap
ketimpangan yang diakibatkan oleh kolonialsme yang berlangsung di Bumi Nusantara.
Tidak semata melakukan pembelaan atas dirinya pada sidang tersebut, tetapi juga
membela masyarakat yang tersebar di nusantara yang terkena dampak kekejaman kolonialis
Belanda. Tidak hanya menggugat Belanda, namun juga lewat pledoi tersebut
Soekarno menggugat dunia internasional yang didominasi oleh imperialisme
(penjajahan gaya baru). Oleh karena itulah tulisan pledoi tersebut begitu
fenomenal dan mendunia.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini