MENGUNJUNGI MASA DEPAN ALA BANG ZUL
Ada kalimat menarik yang membuat saya tertegun dan
membenarkan saat membaca berita di Kanal Humas Pemerintah Provinsi NTB hari ini
Kamis tanggal 25 Oktober 2018. Kalimat itu adalah kutipan dari penyampaian Bang
Zul, sapaan akrab Gubernur NTB yang baru sebulan dilantik, pada acara diskusi
public di Gedung Nusantara 1 Kompleks Gedung DPR RI Jakarta Pusat. Pada
kesempatan itu, seperti disampaikan di berita tesebut bahwa para pemuda
Indonesia harus terus mengembangkan diri, agar mampu mendesain masa depan
bangsa Indonesia. Menurutnya, untuk bisa mendesain masa depan tersebut maka
pemuda Indonesia harus mengunjungi masa depan terlebih dahulu.
Frasa “mengunjungi masa depan terlebih dahulu”
langsung melambungkan angan saya dengan cerita-cerita film yang pernah saya
tonton. Film tersebut banyak memuat cerita tentang tokoh yang bisa menembus
masa depan dengan mesin waktu. Maka demikianlah pemikiran yang terlintas sesaat
ketika membaca frasa tersebut. Namun setelah melanjutkan membaca tulisan
tersebut maka imajinasi saya berubah menjadi kekaguman dengan pemikiran
tersebut. Semakin tertegun dengan dan seklai lagi membenarkan gagasan yang
disampaikan. Bang Zul melanjutkan dengan kalimat seperti ini, “Cara mengunjungi
masa depan adalah dengan merasakan hidup di negara-negara maju. Di Barat
seperti di Eropa, Belanda”. Ya memang benar, demikianlah cara yang tepat untuk
mengunjungi masa depan, datang ke negara-negara maju lewat belajar maupun studi
banding di sana. Hal ini sejalan dengan program yang akan dijalankan oleh
Gubernur ini untuk Pemuda NTB, 1000 mahasiswa tiap tahun akan dikirim ke luar
negeri akan menjadi langkah yang sangat tepat untuk mengunjungi masa depan
terlebih dahulu demi NTB.
Meniba ilmu di luar negeri memang sudah bukan
menjadi hal baru bagi anak bangsa di negeri ini. Sejak zaman sebelum merdeka
tidak sedikit pemuda di Negeri ini yang belajar di luar negeri. Pun setelah
kemerdekaan banyak pemuda yang dikirm ke luar negeri untuk belajar mengenai
banyak hal yang berkaitan dengan kebutuhan untuk membangun sebuah negeri. Sebut
saja yang paling termasyhur saat itu adalah BJ Habibie yang kisahnya sampai
dibuat film layar lebar. Sampai sekarang pun kegiatan mengirim mahasiswa
belajar ke luar negeri ini masih berlanjut, melalui beasiswa pendidikan oleh
Lembaga Pengelola Penddikan (LPDP) pemerintah memberikan kesempatan
seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin dan mampu belajar ke luar negeri. LPDP
memang menjadi pilihan utama dan popular saat ini, namun tidak sedikit yang menerima
beasiswa dari lembaga maupun pemerintah luar. Tentunya kesemuanya ini menjadi
program yang sangat baik untuk menyiapkan generasi yang akan mempersiapkan dan
menjalani masa depan Indonesia. Menjadi sangat baik lagi bagi Nusa Tenggara
barat, sebuah provinsi yang belum tergolong daerah maju, ketika pemerintahnya
berkeinginan kuat untuk mengirim pemuda dan mahasiswanya untuk belajar ke luar
negeri. Tentunya ini sesuai dengan keinginan awal bahwa peemrintah ingin
memberikan kesempatan kepada Pemuda dan Mahasiswa NTB untuk mengunjungi masa
depan agar bisa menyiapkan dan merancang seperti apa masa depan Nusa Tenggara
Barat yaitu NTB Gemilang.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini