SAATNYA BANGUN CINTA (Bagian 2): IKHLAS YANG BERTANGGUNG JAWAB
Dalam usaha membangun cinta bahwa saling menerima
keadaan menjadi hal yang sangat penting. Karena tentunya ketika hidup bersama
maka tidak ada hal yang bisa disembunyikan dari pasangan masing-masing terkait
dengan karakter dan kebiasaan. Tidak ada istilah jaga image dari
masing-masing individu karena semuanya terlihat dalam keseharian. Sehingga
dalam usaha membangun cinta maka menerima apa yang ada menjadi hal yang sangat
penting untuk terus menjaga kokohnya bangunan cinta.
Saling menerima keadaan masing-masing dari
pasangan tentu dapat dilakukan dengan dasar keihklasan. Dengan begitu maka rasa
kecewa terhadap keadaan pasangan bisa dihilangkan dari diri masing-masing.
Namun tentunya tidak selamanya ikhlas menerima ini akan terus dipertahankan
sehingga timbul tindakan membiarkan atas kekurangan-kekurangan yang ada.
Tentunya ini bukan tindakan yang tepat juga mengingat kekurangan yang ada bisa
saja bersifat alamiah dan permanen tapi juga ada kekurangan yang masih bisa
diperbaiki. Maka keihklasan dalam hal ini bukanlah ikhlas menerima begitu saja
apa yang ada, namun masih dimungkinkan usaha-usaha perbaikan ke arah yang lebih
baik atas kekurangan yang ada.
Saat kita melakukan usaha-usaha menuju ke arah
perbaikan inilah sebagai bentuk tanggung jawab pada diri masing-masing dari
pasangan. Tidak ada pembiaran terhadap kekurangan yang ada pada masing-masing
individu melainkan timbul usaha untuk memperbaiki. Upaya perbaikan yang
dilakukan tentunya berupa teguran mulai dari yang ringan sampai ke teguran yang
keras. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kekeliruan yang dilakukan oleh
pasangan.
Keikhlasan menerima disertai tanggung jawab untuk
memperbaiki menjadi usaha saya dan pasangan untuk membangun cinta. Usaha untuk
mencintai, bukan hanya untuk dicintai. Usaha untuk mecintai ini terwujud dalam
ikhlas yang bertanggung jawab. Tidak pasrah dengan seperti apa adanya pasangan
tapi berusaha untuk memberikan teguran untuk perbaikan sebagai wujud cinta.
Karena pasrah dengan keadaan yang ada tanpa usaha perbaikan adalah bentuk dari
rasa ingin dicintai, takut akan perasaan pasangan yang berubah ketika melakukan
pebaikan-perbaikan terhadap diri pasangan. Jangan sampai perasaan ingin
dicintai ini mengalahkan tanggung jawab yang seharusnya kita jalankan dalam
usaha mencintai pasangan. Membangun cinta memang perlu keikhlasan untuk
menerima seperti apa pasangan, namun keikhlasan yang bertanggung jawab adalah
hal selanjutnya yang dilakukan sebagai bentuk rasa mencintai bukan hanya agar
dicintai.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini