TENTANG IKHTIAR SEORANG PENUNTUT ILMU
Malam minggu kemarin saat berkunjung ke Madrasah
tempat saya mengajar untuk mengawasi kegiatan pelantikan anggota Pramuka, saya
bertemu dengan alumni MTs NW Tanak Maik. Alumni ini adalah dulunya seorang siswa
yang aktif dan berprestasi di Madrasah. Setelah selesai di MTs dia langsung melanjutkan
ke Madrasah Aliyah yang masih satu Yayasan dengan MTs. Sehingga masih sering bertemu dan
berinteraksi. Seperti biasa, saat bertemu siswa ini mengucapkan salam takzim
dan menjabat tangan saya dan guru-guru yang lain.
Setelah duduk saya coba membuka perbincangan
dengan bertanya, “Sekarang kuliah di mana?” Dia langusng menjawab bahwa setelah
lulus MA tahun kemarin ini dia tidak bisa melanjutkan kuliah. Alasan yang
diungkapkan adalah tidak ada izin dari orang tua lantaran tidak ada biaya. Kalau
mendengar penuturannya, tidak hanya tentag biaya namun juga alasan tidak
diberikan kuliah karena keinginan orang tua, dalam hal ini Bapaknya, yang
setengah hati melihat anaknya kuliah. Dengan berderai air mata dan terisak siswa
ini kemudian menceritakan bagaimana tanggapan orang tuanya saat minta izin
untuk melanjutkan studi ke perguruang tinggi. Siswa satu ini memang terkenal
sangat mudah menangis kalau menceritakan hal-hal yang agak sedih. Sampai kemudian
dia menceritakan bahawa saat ini dia sedang bekerja sebagai penjaga toko di
dekat Pasar kecamatan.
Mendengar ceritanya saya juga merasa terharu namun
berusaha tetap bersikap biasa. Namun ini langsung menguak lembaran masa lalu
saya bagaimana saat mau kuliah dengan keterbatasan dana. Namun saya lebih
beruntung darinya karena mempunyai orang tua yang mengutamakan pendidikan
anaknya dari yang lainnya. Masalah biaya tentu akan diusahakan kemudian. Akhirnya
saya langsung memberikan pandangan agar dia tenang dan tidak berkecil hati
karena tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi saat ini. Saya tekankan bahwa
ini hanyalah soal waktu saja, tetaplah berkeinginan kuat untuk kuliah dan
berdoa agar dimudahkan. Dia terlihat bersungguh-sungguh mendengarkan apa yang
saya utarakan.
Saya kemudian melanjutkan untuk memberikan
semangat kepada siswa saya ini. Mulailah saya menceritakan bagaimana saya dulu
berusaha agar bisa tetap kuliah dengan keterbatasan dana yang ada. Ini relevan
dengan kondisi yang dihadapi oleh siswa saya ini sehingga saya juga semangat
untuk bercerita kisah perjuangan saya hingga bisa kuliah S2 di Surabaya. Saya kemudian
menyampaikan agar dia tetap menjaga keinginan dan semangat untuk kuliah. Pekerjaan
yang dijalani sekarang jadikan sebagai ikhtiar untuk menuju kuliah nantinya,
maksimalkan ikhtiar dengan tetap menjalani proses sekarang ini sambil tetap
meminta pertolongan Allah melalui doa dan sholat sunnah duha dan tahajjud. Kesemuanya
itu sangat penting agar kita bisa tetap menjaga usaha untuk mewujudkan apa yang
kita inginkan dan cita-citakan.
Saya juga bersyukur dulunya tetap memupuk
keinginan untuk bisa lanjut kuliah ke jenjang S2 serta tetap berusaha dengan
mencari informasi beasiswa. Karena untuk bisa kuliah dengan biaya sendiri hampir
bisa dikatakan tidak mungkin bagi saya. Namun semuaya terjawab dengan ikhtiar
yang maksimal, do’a, tetap mencari informasi beasiswa, serta ikut pelatihan
persiapan TOEFL agar skor bisa terus meningkat dan memenuhi standar. Sampai-sampai
orang-orang di sekiar pun, para tetangga dan keluarga, merasa terkejut
tiba-tiba saya minta izin untuk berangkat kuliah. Karena mereka tidak menyangka
bahwa pada kondisi saat itu tidak memungkinkan saya akan melanjutkan kuliah ke
jenjang S2 apa lagi di luar daerah yang tentunya menelan biaya yang tidak
sedikit. Bahkan tidak sampai di situ saja, beberapa kawan pemuda di kampung
saya pun merasa termotivasi untuk ikut berburu beasiswa agar bisa kuliah S2. Begitulah
keyakinan akan ada jalan untuk bisa menuntut ilmu serta ikhtiar yang maksimal
akan diganjar dengan kemudahan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jadi,
ikhtiar yang maksimal dan terarah harus terus diusahakan untuk mencapai
cita-cita, perkara hasil tentu tidak akan membohongi proses yang telah
dijalani.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



👍👍👍
BalasHapus