DILEMA LEMBAGA PAUD
Keberadaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) sudah mulai banyak ditemukan di pelosok desa. Satu desa bahkan bisa 3-4
PAUD berdiri dan memberikan layanan untuk Peserta Didik. Ini tentunya sangat
bermanfaat bagi masyarakat karena tidak perlu jauh-jauh untuk memasukkan
anaknya di lembaga PAUD. Banyaknya lembaga PAUD merupakan hal yang baik karena
berimbas untuk pemerataan pendidikan sejak dini di tingkat desa maupun dusun.
Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam memberikan dana
operasional. Bahkan dari dana desa pun diharapkan pemerintah desa
mengalokasikan untuk PAUD tiap tahunnya.
Dibalik berkembang pesatnya jumlah Lemabga PAUD
yang ada tersimpan dilema yang cukup serius dan perlu dibenahi dengan segera.
Dilemma tersebut adalah tuntutan orang tua atau wali murid yang menghendaki
anaknya pada tahap ini untuk bisa membaca. Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan
utama orang tua adalah agar anaknya siap sebelum masuk sekolah dasar. Sehingga
banyak orang tua yang mengatakan kalau sekedar bermain, tepuk tangan, dan
bernyanyi, di rumah pun kami bisa mengajarkannya. Namun pandangan ini dipandang
keliru dilihat dari sudut pandang PAUD sendiri. Di mana pada usia tesebut
peserta didik atau anak belum waktunya diajarkan untuk lancar membaca. Pada
tahap ini masih berkisar pada pengenalan-penganalan dan petrumbuhan motorik
anak sehingga pola yang dilakukan adalah banyak bermain. Entahlah apakah ini
menjadi pandangan orang tua saja atau jangan-jangan juga menjadi tujuan dari
pengelola PAUD itu sendiri.
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional disebutkan bahwa PAUD adalah suatu upaya pembinaann yang
ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
melalui jalur pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut. Maka sudah jelas disampaikan bahwa PAUD merupakan
langkah persiapan sebelum anak memasuki pendidikan dasar. Karena titik berat
pada PAUD adalah peletakan dasar ke arah perkembangan fisik, kecerdasan, sikap
dana bahasa komunikasi. Tentunya di sini yang dilakukan adalah pola belajar
sambil bermain, dengan memperhatikan tahap perkembangan anak. Sehingga nantinya
diharapkan mellaui proses tersebut akan terbentuk kesiapan anak dalam hal
intelegensia, sikap dan motorik anak. Kesemuanya ini adalah modal yang sangat
kuat dalam memasuki usia pendidikan dasar nantinya. Semoga ke depannya hal ini
bisa menjadi pemahamn bersama baik pengelola maupun orang tua agar apa yang
dihajatkan dari PAUD bisa tercapai sebagaimana mestinya.
#NonFiksi
#ODOPBatch6



Semangat pak guru..hhe
BalasHapusSiap
HapusKadang miris anak2 kecil sudah dituntut untuk bisa calistung sedangkan tidak diberikan stimulasi terlebih dahulu... #savemasakecil
BalasHapusBanyak yang salah kaprah tentang PAUD
HapusDulu jaman saya kecil masuk SD baru belajar calistung
BalasHapusItu lwbih baik
HapusSmg ortu paham bahwa paud bukan tren. Skrg klo kemanamana terus tau anak nalita blom sekolah udah dinyinyir aja. Hihi.
BalasHapusMereka salah sangka itu namanya
HapusDilematis.
BalasHapusSanagt dilematis
HapusMantap
BalasHapus