MADRASAH MEMASUKI ERA DIGITAL
Pada awalnya di daerah saya lembaga pendidikan di
bawah Kementerian Agama yaitu Madrasah sering dianggap sebagai lembaga
pendidikan ke dua. Bagaimana tidak, madrasah menjadi pilihan untuk dimasuki
setelah seorang anak didik tidak diterima di sekolah negeri atau favorit. Ini
lantaran madrasah hampis 95% dikelola oleh masyarakat dalam bentuk Yayasan atau
Pondok Pesantren. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa lembaga pendidikan
yang dikelola oleh masyarakat terkesan kurang dalam hal sarana dan prasarana.
Sehingga stigma inilah yang kerap menjadi alasan masyarakat menempatkan
madrasah sebagai lemabga pendidka kelas dua. Satu anggapan yang tidak semuanya
benar namun tidak bisa disalahkan juga.
Sepertinya menanggapi hal ini Kementerian Agama
sebagai lembaga induk Madrasah mulai melakukan pembenahan. Baik dari segi
sarana dan prasarana Madrasah sampai peningkatan kualitas pendidik dan tenaga
kependidikan. Sejak tahun 2012 silam secara bertahap pendataan di madrasah
mulai menggunakan system digital. Dimulai dengan pendataan guru seperti di
Kemendikbud, Kementerian Agama melakukan pendataan secara online
terhadap semua pendidik dan tenaga pendidikan yang ada di lingkungan Madrasah
melalui aplikasi SIMPATIKA. Pada tahap selanjutnya Madrasah mulai melakukan
pendataan secara menyeluruh menggunakan system online yang disebut EMIS.
Pengelolaan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru yang sudah
sertifikasi juga melalui system digital dalam jaringan.
Selain itu juga berbagai aplikasi yang berbasis
jaringan internet dan digital terus
diterapkan. Sehingga bagi pengelola madrasah ini terasa meringankan beban yang
selama ini cukup merepotkan. Pengeloalaan dana BOS juga sudah mulai tertata
rapi dengan berbasis aplikasi digital Ms Office. Sampai pada laporan bulanan
yang biasanya berbasis kertas pun sekarang sudah mulai berbasis digital dalam
jaringan. Aplikasi terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama adalah
Aplikasi Raport Digital (ARD) yang ditujukan nati untuk mengelola laporan kemajuan
belajar peserta didik. Bahkan pada tahun 2017 kemarin Madrasah lebih banyak
menggunakan UNBK, lebih banyak dari Sekolah. Sebuah kemajuan yang patutu
dibanggakan tentunya.
Pengelolaan Madrasah berbasis digital dan jaringan
internet ini tentunya bukan tanpa kendala. Butuh tenaga professional, kalau di
madrasah di sebut Operator Madrasah (OPM), sehingga mampu menyesuaikan diri
dengan baik. sejauh ini pengelolaan yang dilakukan oleh OPM ini sudah bagus dan
berhasil. Karena setiap ada aplikasi baru maka akan disertai dengan pembekalan
dari Kementerian Agama. Namun salah satu kendala yang paling utama sekarang ini
adalah ketersediaan jaringan internet. Jaringan internet melalui TELKOM belum
merata ke seluruh madrasah karena tempat yang tidak terjangkau oleh jaringan
yang disediakan oleh TELKOM. Namun banyak madrasah yang menyiasati tentunya
dengan beban biaya yang lumayan tinggi.
Walaupun dengan kendala jaringan internet namun
secara keseluruhan Sumber Daya yang ada di Madrasah memadai untuk memasuki era digital.
SDM yang tersedia sudah berangsur-angsur mampu menyesuaikan diri dengan system
yang ada. Tentunya ini juga menjadi tanggung jawab pribadi guru maupun pimpinan
madrasah untuk terus meningkatkan kualitas SDM Madrasah yang ada agar bisa
menghadapi era digital. Dengan demikian maka madrasah tidak lagi dipandang
sebagai lembaga pendidikan kelas 2 yang hany amenjadi pilihan ke dua. Ke depan
Madrasah bia menjadi pilihan pertama bagi peserta didik di sekitar lingkungan
madrasah tentunya dengan kualitas yang memadai bahkan melebihi lembaga
pendidikan sekolah. SEMOGA.
#NonFiksi
#ODOPBatch6



Jd nambah semangat mau daftarkan buah hati ke madrasah
BalasHapusBaguslah. Jadi madrasah bisa menjadi pilihan yg prioritas bagi orangtua yg mau anak2nya belajar ilmu agama lebih banyak. Mengingat kalo masuk sekolah IT biayanya mahal. Banyak keluhan dari beberapa orang yg ga sengaja curhat. 😂
BalasHapusMadrasah mempelajari dunia digital sekarang menjadi daya tarik
BalasHapusSemua aspek sekarang mau gak mau, suka gak suka harus ngikuti jaman. Digital adalah sebuah baru, yang bisa mempermudah banyak tugas tugas ke depannya. Tentu jadi pengguna serba digital yang cerdas dan bijak, sangatlah diperlukan 😘
BalasHapusMadrasah sekarang semakin keren
BalasHapusMengikuti perkembangan jaman, memanfaatkan teknologi , supaya ga kalah sama yg lain madrasah perlu mengikuti perkembangan jaman
BalasHapusAlhamdulillah semoga kualitas pendidikan Indonesia makin bagus
BalasHapusMudah2n pendidikan islam makin maju, agar generasi islam melesat
BalasHapusAamiin, senang mendapatkan kabar ini. Semangat berbenah ya Mas Agus supaya madrasah benar2 jadi piluhan pertama 😊
BalasHapusSelamat memasuki era digital. Cara pandang masyarakat sangat dipengaruhi bagaimana pengelolaan lembaga.
BalasHapusGreat to know it, Madrasah ternyata udah bergerak di era digital, menyesuaikan dengan perkembangan zaman
BalasHapusAAmiin.. kalau didaerah ku sedih banget mas.. madrasah itu dianggep sekolah buangan, padahal harusnya madrasah lah sekolah unggulan. Semoga semakin diperhatikan ðŸ˜
BalasHapus