SOSIALISASI (HANYA) UNTUK MENCOBLOS
![]() |
| geotimes.com |
Penyelenggaraan
Pemilihan Umum tidak hanya sekedar untuk mencoblos sebagai tanda untuk memilih
namun lebih dari itu untuk menentukan nasib lima tahun ke depan. Pilihan yang
kita berikan akan membentuk kepemimpinan ke depan yang akan menyelenggarakan
pemerintahan. Pemerintahan ini diharapkan agar bisa mewujudkan cita-cita
masyarakat ke depan untuk lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.
Untuk
mencapai cita-cita tersebut maka Komisi Pemilihan Umum harus menyelenggarakan
pemilihan umum yang berkualitas baik dari system pemilihan maupun tingkat
partisipasi pemilih. Tingkat partisipasi pemilih selalu menjadi isu yang muncul
setelah pemilihan digelar. Banyaknya masyarakat yang tidak memilih ini
merupakan Pekerjaan Rumah yang terus berulang setiap kali pemilihan umum
diselenggarakan. Belum lagi tingkat suara yang tidak sah atau batal saat
pemilihan umum berlangsung. Ini disebabkan oleh system pencoblosan dan tingkat
melek huruf masyarakat Indonesia yang masih rendah.
Mengatasi
tingkat kesalahan ini maka KPU sebagai penyelenggara PEMILU sering mengadakan
sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara memberikan hak suara. Kelompok
yang sering disasar adalah kelompok pemilih pemula yang ada di sekolah.
Beberapa waktu terakhir KPU Lombok Timur juga gencar melakukan sosialisasi ke
sekolah-sekolah untuk menyasar pemilih pemula. Sosialsiasi dilakukan untuk
memberikan pemahaman bagaimana memberikan suara pada pemilihan umum mendatang. Tentunya
ini sangat bagus dilihat dari tujuannya, mengingat pemilih pemula juga penting
keberadaannya.
Melihat kondisi
sekarang ini tentunya yang dibutuhkan adalah bukan sekedar sosialisasi untuk
menyalurkan hak suara saja. Lebih jauh lagi adalah kesadaran pemilih pemula ini
untuk memilih berdasarkan kesadarannya. Bahwa pemilihan umum akan berdampak
pada masa depan mereka juga. Hal ini diharapakan agar bisa mennagkal berbagai
persoalan klasik saat pemilihan umum yaitu praktik politik uang. Pada kenyataannya
kadang kelompok pemilih dari kalangan inilah yang rentan terkena politik uang
karena belum punya dasar yang kuat untuk memilih. Mereka lebih banyak
mementingkan kebutuhan sementara saja. Padahal keberadaan suara mereka adalah
suara pasti yang tentunya sangat jauh dari tingkat kesalahan.
Oleh karena
itu alangkah lebihbaiknya bahwa pendidikan politik untuk pemilih pemula sangat
diharapkan lebih berisi tentang dasar-dasar kenapa harus memilih. Pendidikan yang
dilakukan diharapkan bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya pemilihan
umum untuk masa depan mereka. Agar tidak sekedar mencoblos dengan alasan
sejimlah rupiah yang diberikan oleh politisi yang menggunakan praktik politik
uang.
#NonFiksi
#ODOPBatch6



Pendidikan politik agar pemilih pemula tidak asal coblos
BalasHapusPolitik oh politik, agak bingung dengan kondisi sekarang
BalasHapus