JANGAN NILAI SESUATU DARI LUARNYA SAJA
Bagi masyarakat Lombok yang
sangat akrab dengan makanan pedas, apalagi dalam hal sambal, maka salah satu
nahan yang tidak bisa terlupakan adalah terasi. Begitulah, sambal tanpa terasi
tentu akan kurang sedap terasa. Sehingga dalam setiap pembuatan bumbu masakan,
hampir selalu terasi tidak pernah ketinggalan. Bahan bumbu yang terbuat sebagian
besar dari udang ini memang ampuh untuk memberikan rasa yang enak untuk sambal.
Sehingga wajar saja, masyarakat Lombok senang sekali memakai terasi xebagai
campuran sambal maupun bumbu masakan.
Sensasi enak dari terasi pada
sambal maupun bumbu justru bertentangan dengan bau yang cukup menyengat. Ironis
memang, tidak disangka bahwa dalam bau yang cukup menyengat ini tersimpan bahan
yang membuat sambal terasa enak. Sempat juga, karena bau yang tidak sedap ini,
tempat pembuatan terasi ini menjadi ejekan bagi penduduknya. Ketika menyebutkan
tempat pembuatan terasi ini sebagai asal seseorang maka akan timbul nada yang
mengejek karena daerahnya terkenal dengan bau terasi. Teman SMA saya banyak
yang mengalami ini lantaran mereka berasal dari daerah penghasil terasi. Padahal,
tanpa disadari oleh yang mengejek bahwa, mereka tidak akan enak makan tanpa
adanya terasi sebagai bahan pembuat sambal maupun bumbu makanan mereka.
Memang kadang demikianlah yang
terjadi di sekitar kita. Penilaian luar terhadap sesuatu membuat kita lupa akan
apa yang ada di dalamnya. Seperti terasi, bau yang tidak sedap jadi bahan
ejekan sehingga melupakan manfaat besarnya terhadap sambal maupun masakan yang
kita makan. Oleh karenanya, tidak sepantasnya kita buru-buru memberikan
penilaian terhadap yang nampak dari luar saja, namun perlu kita dalami dan
sadari bagaimana manfaat yang dierikan dari segi yang lain. Dari kasus terasi
ini, cukup memberikan pelajaran akan hal tersebut. Sehingga kita bisa saling
menghargai satu sama lain.
#Day7
#RWC2019
#OneDayOnePost



Pelajaran berharga dari terasi. Saved.
BalasHapus