LOMBA TARAWIH
Salat Tarawih merupakan salat
yang hanya dilakukan saat bulan Ramadan. Walaupun hukumnya sunah, namun sangat
dianjurkan. Sehingga bagi penulis sendiri salat ini serasa wajib. Di samping
salat ini hanya bisa dilakukan pada bulan Ramadan saja, namun dengan balasan
yang sangat istimewa pada tiap malamnya maka salat ini tentunya rugi jika
ditinggalkan.
Terdapat perbedaan dalam jumlah
rakaat salat tarawih dalam pelaksanaannya oleh umat muslim. Ada yang 20 rakaat
dan ada yang 8 rakaat. Masing-masing punya dasar yang kuat. Bagi yang
melaksanakan 20 rakaat dan 3 witir, tentunya akan membutuhkan waktu lebih lama.
Namun, sebaliknya, justru saya merasa dengan alasan jumlah rakaat yang banyak
ini pelaksanaannya dipercepat agar waktunya tidak terlalu lama. Inilah titik
lemahnya bagi sebagian umat muslim yang mengerjakan 20 rakaat. Bacaan dan gerakan
dipercepat, yang akhirnya terkesan memburu jumlah rakaat yang banyak namun
rukun salat banyak yang kurang sempurna. Hal ini lantaran imam membaca dengan
cepat dan setiap gerakan juga dipercepat.
Di tempat tinggal saya dan
sekitarnya, mungkin juga di daerah lain, sholat tarawaih ini terkesan adu cepat
antar Musala atau masjid. Hal ini terasa sekali, mengingat setiap kampung
mempunyai langgar atau musala
masing-masing. Dilengkapi dengan pengeras suara dengan jangkauan yang
luas, maka akan diketahui musala mana yang selesai lebih dulu. Di sinilah
terkesan ada adu cepat salat tarawih. Sayangnya, masih banyak jamaah yang
menentukan pilihan, akan salat di mana tergantung tingkat kecepatan imam salat.
Dengan tingkat
kecepatan yang berbeda, justru timbul dampak negatifnya, saat satu musala sudah
selesai, kemudian di tempat yang lain masih berlangsung maka akan cukup terusik
dengan suara dari pengeras suara. Bisa jadi konsentrasi berkurang karena suara
dari musala yang lain. Juga jamaah salat tarawaih akan terganggu konsentrasi
karena ingin cepat-cepat selesai lantaran msuala yang lain sudah selesai. Padahal
dalam tuntunannya, agama tidak mengharuskan salat tarawih dikerjakan dengan
cepat, karena justru akan membuat pengerjaannya kurang sempurna dari segi
bacaan dan rukun. Namun kita patut bersyukur, bahwa banyak jamaah yang sudah
mulai sadar bahwa salat tarawih tidak harus cepat. Justru mereka merasa nyaman
saat tarawih dilakukan dengan pelan, sehingga mereka tidak merasa lelah dengan
gerakan yang cukup cepat. Terutama bagi jamaah yang sudah berusia tua. Semoga semakin
banyak imam dan jamaah salat tarawih yang sadar bahwa rukun dan bacaan sempurna
menjadi sayarat bagi tercapainya imbalan yang dijanjikan oleh Allah bagi
hambanya yang mengerjakan salat tarawih. Sehingga ke depan, tidak ada lagi adu
cepat salat tarawih antar musala maupun masjid di daerah saya. Aamiin
#Day5
#RWC2019
#OneDayOnePost



Aamiin....
BalasHapus