SAJADAH DAN SAF SALAT
Salah satu perlengkapan untuk
salat bagi muslim di tempat saya adalah sajadah. Tempat sujud ini akan banyak
kita lihat dibawa oleh muslim yang akan melaksanakan salat ke masjid maupun
musala. Walaupun di beberapa masjid dan musala sudah pakai keramik yang bagus
bahkan sudah ada karpet sebagai alas salat. Namun demikian, keberadaan sajadah
masih dirasa perlu sehingga masih banyak yang membawa sajadah saat akan salat
di masjid dan musala.
Kalau melihat fungsi dari sajadah
ini tentu sangat penting keberadaannya. Sehingga wajar jika muslim yang akan
salat di masjid atau musala membawa sajadah ini. Dengan membawa sajadah
tentunya kebersihan tempat sujud nantinya sudah terjamin. Selain itu akan
menjamin kenyamanan saat salat dengan adanya sajadah yang terjamin
kebersihannya tesebut.
Di samping fungsinya yang penting
itu, saya coba melihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Ini tidak lepas
dari bentuk dan ukuran dari sajadah tersebut. Yang banyak dipakai di tempat
saya adalah ukuran yang cukup besar, dan cocok digunakan untuk salat sendirian.
Mengapa demikian? Karena kalau dipakai di masjid atau musala maka akan
berpotensi memperlebar jarak saf salat berjamaah. Dengan memakai sajadah yang
ukurannya agak besar seolah sudah mengkapling are tersebut untuk si pemilik
sajadah. Sehingga jamaah yang lain akan malu menempati, di sinilah saya melihat
justru dampak yang tidak baik dengan danya sajadah ini, saf salat akan menjadi
lebar jaraknya natar jamaah yang satu dengan yang lainnya. Hal ini sering saya
amati saat salat jum;at di masjid di lingkungan saya. Oleh karenanya perlu
bijak dalam memilih ukuran sajadah agar fungsi yang diharapkan justru tidak
merusak kerapatan saf salat berjamaah.
#Day18
#RWC2019
#OneDayOnePost



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini