SIROP DAN RAMADAN
Tidak berlebihan jika muncul guyonan yang
mengatakan, “jika dia sudah muncul di TV, niscaya Ramadan tidak akan lama lagi”.
Jika diperhatikan memang guyon tersebut ada benarnya. Saat menjelang dan selama
bulan Ramadan maka ruang visual kita di TV akan ramai dengan iklan jenis
minuman sirop. Sirop, atau lebih sering disebut sirup oleh masyarakat akan
wara-wiri di iklan televisi para pemirsa saat mendekati bulan Ramadan. Sehingga
sirop seolah-olah lekat dengan aktifitas puasa kaum muslim di Indonesia.
Jika melihat data yang dilansir oleh Adsensity,
salah satu merek dagang Sirop yakni, Marjan, menjadi brand yang paling terkenal
pada akhir april dan minggu pertama Mei. Ini menunjukkan bahwa penetrasi iklan
merk Marjan sangat kuat di ruang visual pemirsa TV. Tercatat pada 7 Stasiun TV
Swasta menampilkan iklan sirop ini paling sering dibanding dengan merk dagang
sirop yang lainnya. Dari keseluruhan data, baik total durasi dan banyaknya penayangan
maka merk Sirop Marjan merajai iklan sirop di TV.
Dari data yang ditampilkan di atas, tentu berimbas
pada penjualan produk tersebut. Dengan demikian maka bisakah kita simpulkan
bahwa sirop begitu lekat dengan aktifitas puasa? Hal ini dapat dijawab dengan
berbagai data yang disajikan bahwa penjulan beberapa produk termasuk salah
satunya sirop meningkat pada bulan Ramadan. Dengan demikian maka dapat
disimpulkan bahwa sirop sangat lekat dengan bulan Ramadan di mana permintaan
akan sirop meningkat. Hal itu dikarenakan kebutuhan akan menu minuman dan
olahan lain yang bisa dicampur dengan produk sirop ini. Pengalaman penulis
bahwa, ketika Ramadan dan menjelang lebaran maka akan mendapat hadiah dari
orang terdekat paket yang di dalamnya ada sirop. Demikian juga bingkisan yang
berasal dari instansi pemerintah maupun swasta, hampir pasti akan ada sirop di
dalamnya.
#Day2
#RWC2019
#OneDayOnePost



Setuju banget👍
BalasHapus